2 Bocah Perempuan Kecanduan Seks Itu Diberi Penurun Libido


Kasus dua bocah perempan kecanduan seks, yang selama ini dibesarnya di kawasan lokalisasi Dolly dan Jarak, Surabaya, memang cukup memprihatinkan.

Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya langsung melakukan pendampingan secara berkala.

Dinkes Surabaya langsung memberikan pendampingan psikolog dan psikiater terhadap kondisi Putri dan Bunga, nama samara kedua bocah tersebut.

Sejak 2014 lalu Putri langsung diberikan pemahaman tentang tingkah lakunya yang tidak tepat dilakukan oleh anak seusianya.

“Perlahan tetapi pasti akhirnya ya hilang juga kecanduannya meski kami tetap pantau,” kata Kepala Dinkes Surabaya drg Febria Rachmanita.

Dia mengungkapkan, psikiater dan psikolog bekerja keras juga untuk menyembuhkan Bunga. Bahkan, obat penurun libido juga akan diberikan jika kondisi Bunga terus kecanduan seks.

Hal tersebut terus dikoordinasikan antar psikiater, psikolog dan DP5A agar kondisi Bunga semakin normal. “Di sekolah juga kita koordinasi dengan pihak sekolah terkait kondisi Bunga,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan dari orang tua Putri dan Bunga juga sangat mempengaruhi kondisi psikis kedua bocah cantik tersebut.

Selain itu faktor lingkungan, juga sangat berpengaruh untuk mendukung kesembuhan.

“Di lokalisasi Dolly ada banyak orang dewasa yang mengajarkan pada mereka tentang seks. Itu kan keterlaluan,” jelasnya.

Selama kondisi Bunga belum pulih, maka pendampingan akan terus dilakukan. Hal itu untuk mencegah agar Bunga tidak kumat melakukan tindakan senonoh lagi. “Kasihan masa depannya masih panjang,” ujarnya.

Dinkes juga berharap peran dari orang tua dan masyarakat untuk melaporkan kasus serupa ke Dinkes maupun DP5A.

Sehingga, akan langsung dilakukan pendampingan terhadap terhadap orang maupun bocah yang kecanduan seks.

“Kami harap setelah lokalisasi Dolly dan Jarak ditutup tidak ada lagi dampak negatif yang muncul,” pungkasnya.

Diketahui, Pemkot Surabaya, Jatim, sudah menutup lokalisasi Dolly dan Jarak pada Juni 2014 lalu.

Pemkot Surabaya menemukan dua kasus anak di bawah umur mengalami kecanduan seks (sex addict), sebagai dampak dari keberadaan lokalisasi tersebut.

sumber :jpnn.com

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.